• Integer vitae nulla!

    Booker T. Washington

    I think I began learning long ago that those who are happiest are those who do the most for others

  • Suspendisse neque tellus

    Albert Einstein

    The significant problems we face cannot be solved at the same level of thinking we were at when we created them

  • Curabitur faucibus

    Napoleon Hill

    All achievements, all earned riches, have their beginning in an idea

Sabtu, 11 Desember 2010

BCP vs DRP

BCP dan DRP ditujukan untk memenuhi kebutuhan bisnis dalam menghadapi gangguan-gangguan terhadap operasi perusahaan. Business Continuity Plan dan Disaster Recovery Plan adalah meliputi persiapan, pengujian dan pemutakhiran tindakan-tindakan yang diperlukan untuk melindungi proses bisnis fital (critical)  terhadap dampak dari kegagalan jaringan dan sistem utama. Seseorang yang ditunjuk untuk bertanggung jawab terhadap hal ini harus memahami persiapan yang dibutuhkan untuk melakukan tindakan-tindakan spesifik yang diperlukan saat adanya kegagalan atau penundaan operasi bisnis suatu perusahaan atau organisasi. 


Proses BCP adalah meliputi:
• Inisiasi Perencanaan dan Lingkup
• Business Impact Assessment (BIA)
• Pengembangan Business Continuity Plan

Proses DRP adalah meliputi:
• Proses Disaster Recovery Planning
• Pengujian Disaster Recovery Plan
• Prosedur Pemulihan Bencana

Perbedaan
Tujuan akhir dari Business Continuity Plan dan Disaster Recovery Plan adalah sama yaitu untuk menjamin keberlangsungan proses bisnis penting atau utama. DRP merupakan bagian atau subset dari strategi yang ada pada BCP dalam menghadapi bencana yang mengancam keberlangsungan proses bisnis penting. 

Pada saat bisnis requirement berubah dan mengharuskan adanya pemulihan atau penyiapan dari fungsi-fungsi bisnis yang penting, maka solusi/rencana yang dibuat adalah berupa BCP. Dalam banyak kasus BCP tidak dikontrol oleh unit Teknologi Informasi (TI), biasanya ditangani oleh bagian sekuriti organisasi atau  keuangan. Sedangkan DRP adalah murni domain dari Tehnologi Informasi, bagian TI-lah yang menghasilkan Disaster Recovery Plan. Segala sesuatu umumnya berfokus  kepada “bagaimana memulihkan sistem data mereka”.

Dua konsep ini (BCP dan DRP) adalah sangat berhubungan erat dan perlu memadukannya dalam satu domain. Memang ada beberapa perbedaan, namun pada dasarnya  business continuity plan adalah proses dalam membuat perencanaan yang akan menjamin fungsi bisnis vital dapat bertahan dalam berbagai keadaan emergensi.

Disaster recovery plan mencakup pembuatan persiapan terhadap bencana dan juga menentukan prosedur yang harus diikuti selama dan setelah interupsi proses  bisnis vital.  Namun demikian perencanaan memerlukan keterlibatan unit lain dan dukungan dari DRP yang scopenya lebih besar. Disaster Recovery Plan hanya berfokus pada  sumberdaya TI, sedangkan BCP sifatnya lebih luas dengan merencanakan secara menyeluruh keberlanjutan sebuah bisnis. BCP mempertimbangkan akses ke berbagai  fasilitas, ketersediaan orang, proses bisnis serta pemulihan TI.

Bencana dan Jenisnya
Sebuah bencana (disaster) didefinisikan sebagai apapun peristiwa tak terencana atau tak terduga, yang mengganggu fungsi-fungsi bisnis penting untuk periode  waktu tidak tertentu. Jadi, crash-nya sebuah server IVR misalnya, tidak serta merta menjadikan BCP diberlakukan. Namun, peristiwa itu menyebabkan inisiasi

DRP, jika diestimasikan dampaknya berupa ketidaktersediaan sumberdaya dalam sebuah periode waktu kritis tertentu. Bencana dalam hal ini adalah yang berpotensi mengancam atau menghentikan keberlangsungan proses bisnis. Bencana meliputi yang alami dan karena manusia baik disengaja maupun tidak.
Kita dapat membedakan bencana sebagai berikut:
1. Bencana alam, yaitu kejadian-kejadian alami seperti banjir, genangan, gempa bumi, gunung meletus, badai, kekeringan, wabah, serangga dan lainnya.
2. Bencana lainnya yang meliputi tabrakan pesawat udara atau kendaraan, kebakaran, huru-hara, sabotase, ledakan, gangguan listrik, ganguan komunikasi,  gangguan transportasi dan lainnya.
3. Ancaman yang “bukan bencana”, seperti pemogokan, gangguan perangkat lunak, gangguan perangkat keras, Denial of services, Virus dan lainnya.

Sedangkan berdasarkan cakupan wilayah, bencana terdiri dari:
1. Bencana Lokal. Bencana ini biasanya memberikan dampak pada wilayah sekitarnya yang berdekatan. Bencana terjadi pada sebuah gedung atau bangunan-bangunan  disekitarnya. Biasanya adalah karena akibat faktor manusia seperti kebakaran, ledakan, terorisme, kebocoran bahan kimia, dan lainnya. Kita dapat mengharapkan  bantuan dari pihak luar dalam merespond kejadian emergensi ini.
2. Bencana Regional. Jenis bencana ini memberikan dampak atau pengaruh pada area geograpis yang cukup luas, dan biasanya disebabkan oleh faktor alam, seperti  badai, banjir, letusan gunung, tornado dan lainnya. Pada kejadian ini diperlukan bantuan khusus seperti dari pihak Palang Merah dan lainnya, Kita diharapkan bisa bertahan untuk waktu sekitar 72 jam.

Bencana-bencana tersebut dapat berlangsung beberapa waktu menit, jam dan bahkan berhari-hari, serta dapat memaksa penggunaan fasilitas TI alternatif atau  data backup off-site. Adapun antisipasi terhadap kemungkinan terburuk adalah dengan menggunakan 2 strategi:
1. Strategi jangka pendek (short-term), yaitu dengan menyediakan fasilitas TI alternatif.
2. Strategi jangka panjang (long-term), yaitu dengan menyediakan fasilitas TI yang permanen

Disaster Recovery Plan atau DRP adalah penerapan dari Business Continuity Plan (BCP) atau disebut juga “BCP in action” yaitu implementasi BCP saat terjadi  bencana. DRP memberikan langkah-langkah pada organisasi jika kejadian bencana timbul. DRP akan mengurangi kebingungan yang terjadi saat ada bencana dan meningkatkan kemampuan organisasi saat menghadapi keadaan krisis.

Pada saat ada kejadian bencana tentunya organisasi tidak akan memiliki waktu banyak untuk membuat rencanan pemulihan dilokasi bencana saat terjadi. Dengan perencanaan yang baik dan proses simulasi sebelum benar ada kejadian bencana, maka organisasi akan dapat memperkirakan kemampuannya dalam menghadapi suatu bencana. Supaya perbaikan dapat dilakukan dengan lancar, maka perlu adanya perencanaan untuk ini yang biasanya disebut dengan disaster recovery plan (DRP).

0 komentar:

Posting Komentar